29/10/10

Sayembara Desain Arsitektur ITB

Sayembara Desain Arsitektur ITB
Pemberi Tugas: ITB
Lokasi: Bandung - Jawa Barat
Luas Lantai: 11000 m2
Pekerjaan: Arsitektur
Tahun: 2010


Abstraksi
Era green living, green architecture dll mulai menjadi suatu trend positif dalam perkembangan arsitektur era ini, sebuah arsitektur yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Trend positif ini memunculkan sayembara-sayembara green design yang salah satunya sayembara desain arsitektur ITB.

Secara garis besar kami menerapkan desain-desain yang aplikatif dan fokus pada dasar-dasar arsitektur hijau seperti penggunaan matahari, angin dan air sebagai sumber hidup bangunan, sehingga bangunan ini mampu “menghidupi” dirinya sendiri.



Konsep

Konsep Bentuk dan Tampilan Bangunan

Secara keseluruhan gedung CIBE didesain dengan menampilkan karakter bangunan yang bertema modern. Hal ini disesuaikan dengan karakter bahwa ITB merupakan salah satu institusi riset dan pengembangan terdepan di Indonesia, serta menampilkan aspirasi dan inovasi ITB di masa depan.
Bentuk dasar struktur dan denah bangunan berbentuk persegi, agar diperoleh pola dan besaran ruang yang efektif.
Secara vertikal bangunan ini juga terbelah dengan sistem void yang berfungsi sebagai ruang penghubung dan jalur sirkulasi udara. Karakter kolom dan balok yang menonjol memberikan kesan kekuatan/ kekokohan sesuai dengan fungsi/ fasilitas yang akan diwadahi dalam bangunan ini, yakni Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan.

Konsep fasad bangunan mengambil analogi titik-titik air yang menempel di kaca jendela ketika hujan. Sebuah ekspresi dari karakter bangunan yang berwawasan lingkungan. Selain sebagai elemen estetis, fasad ini juga memiliki fungsi utama yaitu sebagai penangkap air hujan yang selanjutnya akan ditampung dan diolah. Di sisi lain terdapat juga balok-balok yang menonjol yang berfungsi sebagai wadah tanaman.


Konsep arsitektur hijau

Dalam perancangan gedung CIBE ini banyak pendekatan-pendekatan desain yang dilakukan untuk mendapatkan desain bangunan yang ramah lingkungan, yakni dengan memperbanyak area hijau, analisa pencahayaan dan penghawaan alami, hemat energi, pengolahan air, efektivitas dan efisiensi dalam operasional dan perawatan, serta pemakaian material dari daerah setempat dan dapat didaur ulang.

.


Sistem blok massa

Bangunan dibagi secara vertikal menjadi 3 blok massa dengan masing-masing blok terdiri dari 3-4 lantai. Hal ini bertujuan untuk lebih memaksimalkan penggunaan tangga, di mana tingkat kenyamanan manusia untuk menaiki tangga adalah maksimal 4 lantai. Dengan demikian akan didapat penghematan dari pengurangan beban lift.

Blok-blok massa tersebut dipisahkan oleh area hijau/ taman. Selain sebagai ruang komunal area ini merupakan strategi desain yang memposisikan area hijau ini sebagai area istirahat apabila ingin naik ke lantai selanjutnya menggunakan tangga, juga berfungsi sebagai jalur sirkulasi udara yang mendinginkan bangunan.


Matahari

Pada sisi Timur-Barat bangunan digunakan selubung yang melindungi bangunan dari sinar matahari langsung .Bukaan cenderung banyak terdapat di sisi Utara-Selatan bangunan.Dengan banyaknya bukaan tersebut ditambah sistem void, bangunan akan mendapat pencahayaan alami yang melimpah sehingga akan lebih menghemat penggunaan lampu.
Bangunan ini juga menggunakan sistem double fasade dan dinding bernafas yang berguna untuk mereduksi panas akibat sinar matahari. Digunakan juga panel-panel tenaga surya untuk menyokong kebutuhan energi.

Angin

Sistem penghawaan alami dapat dimaksimalkan dengan menggunakan void yang membelah bangunan. Area terbuka hijau di antara blok-blok massa memudahkan angin masuk secara leluasa. Ditambah penggunaan dinding bernafas pada bangunan membuat sirkulasi udara semakin lancar dan mendinginkan suhu dalam bangunan. Penggunaan AC dibatasi pada ruang-ruang tertentu dengan sistem timer.


Air
Mengingat Kota Bandung merupakan daerah dengan curah hujan yang cukup tinggi, maka pada fasad bangunan terdapat kantong-kantong yang berfungsi menangkap air hujan yang langsung disalurkan ke tandon-tandon di beberapa titik. Kemudian air ini ditreatment agar dapat memenuhi kebutuhan bangunan itu sendiri, selain juga memanfaatkan grey water (seperti air dari wastafel) untuk menyiram tanaman pada bangunan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar